Date Published : Rabu, 24 April 2013

Krisis Tokoh Calon Presiden 2014-2019

Menuju pemilihan umum 2014, Indonesia saat ini sedang mengalami krisis tokoh nasional. Mengapa saya bilang krisis tokoh, ini dikarenakan saat ini partai-partai besar saat ini tidak memiliki sosok yang bisa di unggulkan dalam bursa pencalonan Presiden RI untuk masa jabatan 2014-2019 nanti.


Partai Demokrat, sekarang ini sedang mengalami masa-masa sulitnya saat para kadernya diterpa masalah isu korupsi, dan didalam tubuh partai ini sama sekali tidak memiliki sosok yang cocok untuk calon Presiden yang bakal diusungnya.
Parta Golkar, dimana beberapa petinggi partainya mengusung ketua umumnya Aburizal Bakrie untuk menjadi calon Presiden, namun beberapa petinggi partai Golkar yang lainnya tidak setuju jika Aburizal Bakrie di calonkan menjadi Presiden RI dikarenakan dia masih memiliki masalah atau kasus internal.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, juga tidak mungkin untuk mencalonkan Megawati Soekarno Putri menjadi calon Presiden.
Begitu juga dengan partai-partai yang lainnya.
Namun begitu, di luar partai-partai besar, terdapat tokoh-tokoh yang bisa di calonkan untuk memimpin negara Indonesia. Mereka tersebut yang notabene tidak bergabung dengan partai apapun, dalam artian calon independen. Namun mereka yang memiliki potensi yang bisa memimpin negara ini sangat sulit untuk bisa maju dalam bursa calon Presiden RI. Ini dikarenakan mereka perlu kendaraan agar bisa memperoleh suara, kendaraan yang dimaksud disini adalah partai politik pengusung. Jika mereka menerima pinangan dari partai besar dan terpilih menjadi Presiden maka tidak menutup kemungkinan akan ada istilah balas jasa untuk partai yang mendukung atau yang mengusungnya tersebut. Balas jasa tersebut bisa berupa penempatan kader partai pengusung untuk masuk di jajaran kabinet atau menteri.
Kalaupun mereka yang dari kalangan independen bisa memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan presiden tanpa adanya partai yang mendukung atau mengusungnya, bisa dipastikan dalam menjalankan roda pemerintahan dia akan mengalami banyak hambatan. Ini di karenakan keputusan-keputusan yang peting harus melewati persetujuan anggota dewan yang duduk di DPR, sedanggan di DPR sendiri tidak ada DPP independen, jadi akan sangat sulit untuk merapkan kebijakan yang dianggap perlu.
Nah kira-kira siapa yang bakal menjadi Preseden RI masa jabatan 2014-2019 nanti, apakah berasal dari dalam partai atau dari luar partai. Kita tunggu saja nanti.
Share this article :

Related posts with label :

19 komentar:

  1. bener banget, istilah jawa bilang" NDAK ONOK SING DI SUNGKANI" tapi kalau "SING KEMINTER" banyak. betul ?
    Inilah negara kita, banyak pemimpin yg sudah tidak di kehendaki sama rakyatnya. Mereka sibuk dgn duniawi,sementara rakyat sudah kehilangan kepercayaan. Terbukti semakin lama banyak yg ikut "Partai Golput". kenapa ini terjadi di negara kita? hanya 1 jawabannya:
    PARA PEMIMPIN KITA SUDAH KRISIS AKHLAK

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.. mereka yang keminter bisanya hanya mencela tanpa bisa memberikan solusi atau jalan keluar yang terbaik buat bangsa dan negara ini.. merdeka !!

      Hapus
  2. HADEW MAU MILIH SIAPA LAGI SEMUA SAMA AJA BOBROKNYA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah kira2 sob.. tak ada calon pilihan.

      Hapus
  3. hehe....presiden opera van java mungkin lebih cocok ya bang...ehehe...semngt terus indonesia dan selalu berprasangka baik jadi lebih baik...semngatttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Presiden OVJ dengan presiden nya Parto dan menteri nya para wayang.. :D

      Hapus
  4. semoga presiden akan datang bisa memberi yang terbaik ya bang

    BalasHapus
  5. siapa pun nanti calonnya...berharap lebih baik dan bisa ngebawa rakyat nggak susah buat makan...ya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu harapan kita sebagai rakyat Indonesia mas.

      Hapus
    2. Merdeka dan maju terus NKRI !!

      Hapus
  6. yah semoga presiden NKRI selanjutnya memang bener2 memiliki jiwa pemimpin ya mas, biar NKRI bisa lebih baik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. NKRI biar tidak kalah dengan negara-negara lainnya.

      Hapus
  7. mudah"an yg selanjutnya bs bertanggung jawab dan benar" pro rakyat gan,,,salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanggung jawab, tegas dan cekatan dalam mengambil keputusan. Salam kenal juka sobat.

      Hapus
  8. klau caper sih gk ada yg saya jagokaan , tpi siapapun yg nyalon jd caper smga jd yg trbaik untuk indonesia ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting bisa mendengarkan aspirasi rakyat.. jangan partainya aja.

      Hapus
  9. kebebasan rakyat juga dibawah acungan senjata :(

    BalasHapus

Baca aturan pakai, jika masih bingung hubungi Mbah Google :
Silahkan berkomentar dengan bahasa sesuka anda.
Jangan menggunakan perkataan yang dapat menyinggung orang lain.
Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung "Unsur Sara".
.:: Salam Blogger ::.

Tambahan :
Jika profil blogger anda menggunakan Google Plus, mohon gunakan :
"Name/URL", jangan menggunakan "Google Account" .