Date Published : Kamis, 16 Mei 2013

Korupsi Dan Pencucian Uang

Beberapa minggu ini hampir setiap hari kita melihat berita di tv yang memberitakan soal korupsi, baik itu yang meyangkut pejabat maupun pengusaha. 


Yang lagi hangat sekarang ini adalah korupsi soal impor daging sapi yang melibatkan nama petinggi partai politik dan seorang pengusaha. Semua orang yang tersangkut kasus tersebut semuanya telah dipanggil oleh KPK. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah adanya seorang anggota polisi yang bertugas di Papua berpangkat Aiptu memiliki rekening di bank yang nilai transaksi selamat 7 tahun mencapai lebih dari 1 trilyun rupiah.. sungguh fantastis. Kebayakan dari dari mereka, uang dari hasil korupsi di belikan aset baik itu berupa rumah, tanah, mobil, perhiasan dan lain-lain, dan mereka mengatasnamakan aset yang di belinya dengan menggunakan nama orang lain [biasanya istri, anak atau keluarga nya] agar supaya sulit untuk dilacak, dan ini yang dinamakan dengan pencucian uang. Langkah KPK dalam menindak para koruptor dengan [memiskinkan] menyita semua aset  yang dimiliki para tersangka adalah langkah yang cukup baik, supaya bisa memberikan efek jera kepada para tersangka maupun calon koruptor yang lain.

Sebetulnya Indonesia bisa meniru negara Cina dalam memberantas koruptor. Hukuman para koruptor di Cina adalah dengan dihukum mati, karena koruptor adalah merupakan salah satu kejahatan besar. Angka korupsi di Cina menurun dengan drastis setelah Cina memberlakukan hukuman mati untuk para koruptor.

Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa memberikan hukuman mati kepada para koruptor dan apakah masyarakat setuju dengan hukum tersebut. Pastinya ada pro dan kontra, ada yang bilang hukuman mati tersebut melanggar nilai hak asasi manusia. Lantas apa yang akan kita lakukan untuk memberantas korupsi yang makin marak... @garuk-kepala.com
Share this article :

Related posts with label :

21 komentar:

  1. Nah kalau meniru negara china enak tuh, di sembelih ajah biar ndak ada org yg berani korupsi. hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak kambing aja di sembelih, terlalu kejam non... hahaha.

      Hapus
  2. sebenernya aku BT sama media TV sekarng, baru aja kemarin buming masah eyang subur sekarng pindah lagi ke masalah pencucian uang tar masalah apa lagi, coba aja kalian pikir, masalah yang waktu dulu gayus itu kan belum selesai nah udah ganti lagi yang baru, intinya cari sensasi dan tidak menuntaskan masalah yang ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar non jangan BT gitu.. orang sabar itu disayang ama Tuhan... hihihi.

      Hapus
    2. sama di sayang...pacar juga...konon kabarnya...hehe :)

      Hapus
    3. Hahaha... bisa juga mas budi ini.

      Hapus
  3. kunjungan perdana sobat :) sambil baca2. salam kenal
    visit n koment back y dblogq :)
    skalian follow ya nanti saya folback

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks atas kunjungannya.. salam kenal juga kawan.

      Hapus
  4. Memang Tuhan itu maha pengasih lagi penyayang ya mas...
    coba kalo ga....
    #misalnya...Langsung turun azab gitu...khusus yg suka sama kurupsi..kepala atau juiadnya langsung tumbuh benjol... semakin banyak(sering nyatut)..semakin banyak tumbuh benjolnya...

    Kan jadi ketauan sama jd takut tuh...orang yg suka korupsi...wkwkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul-betul mas.. idenya boleh juga.. coba kalau semua orang yg korupsi ada tanda benjol sebesar bola tenis dikepala.. pasti berpikir 2x kalau mau korupsi.. hihihi.

      Hapus
  5. wahhh....uang negara bisa habis kalau banyak pencuci uang di negara kita....ayukkk tangkap semua pencuci uangnya....semangat KPK...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar.. KPK harus kita dukung, supaya tdk ada korupsi lagi di negeri kita ini.

      Hapus
  6. tidakikut2 saya mas :v belum cukup umur :D

    jalan2 malam mas :D .. visit back ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ndak apa-apa sob, ini hanya sebuah info saja bahwa korupsi itu sangat merugikan rakyat.

      Hapus
  7. sepertinya Korupsi sudah menjadi Tradisi di negeri kita yaa Sob,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sudah terlanjur mengakar sejak jaman orba.

      Hapus
  8. gk perlu hukuman mati. Cukup kembalikan Uang yang dikorupsi dan juga 50% dari uang korupsi trsebut. Kalok korupsi 1 Miliyar, kembalikan 1 Miliyar dan juga 500 juta. Tapi, harus TEGAS dan tidak usah BERI AMPUN. Jika tidak mampu, ambil rumah, tanah, dll. Itu juga akan menguntungkan negara nantinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimiskinkan sekalian aja mas.. biar kapok.

      Hapus
  9. sayangnya kalo masalah belum kelar aja udah di alihkan dengan masalah yang baru jadi kasus korup yang lama seakan terlupakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. pintar kamu non Tia, siapa yang ngajarin.. hehehe. Btw, semua itu butuh proses.. KPK sendiri juga butuh waktu dan tenaga untuk mengurai kasus2 yg terdahulu.

      Hapus
  10. mah kalo ini harus di basmi orang yang korup

    BalasHapus

Baca aturan pakai, jika masih bingung hubungi Mbah Google :
Silahkan berkomentar dengan bahasa sesuka anda.
Jangan menggunakan perkataan yang dapat menyinggung orang lain.
Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung "Unsur Sara".
.:: Salam Blogger ::.

Tambahan :
Jika profil blogger anda menggunakan Google Plus, mohon gunakan :
"Name/URL", jangan menggunakan "Google Account" .