Date Published : Rabu, 12 Juni 2013

Jaman Sudah Edan

Mungkin sobat blogger sudah mendengar berita tentang kasus prostitusi yang melibatkan atau di lakukan oleh anak usia 15 tahun yang notabene masih berstatus pelajar SMP tersebut.


Saat mendengar berita tersebut, terus terang saya merasa kaget, lha koq sudah segitunya, anak seusia tersebut yang seharusnya masih giat-giatnya belajar sudah melakoni pekerjaan yang seharusnya masih jauh dari nalar dan pemikiran mereka yang masih usia anak-anak. Kalau yang melakukannya itu tante-tante sih saya cuek aja, karena itu sudah biasa saya melihatnya.

Saya tidak habis pikir apa yang terlintas pertama kali saat mereka memperoleh ide untuk melakukan pekerjaan tersebut, apa karena faktor ekonomi, kondisi lingkungan sekitarnya, gaya hidup atau cuma hanya iseng belaka. Dimana peranan orang tua yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap tingkah laku mereka sehari-hari, apa mereka itu lengah atau benar-benar tutup mata dengan apa yang sudah dilakukan oleh anak-anak mereka. Melihat kasus tersebut saya tidak menyalahkan pelaku, namun saya menyalahkan lingkungan terdekatnya yaitu keluarga atau orang tua pada khusus nya, mengapa anak-anak mereka sampai melakukan hal-hal yang tidak seharusnya.

Ini adalah pembelajaran bagi kita semua yang sudah memiliki anak, agar lebih peduli dan mengawasi lingkah laku serta memberikan pembekalan ilmu pengetahuan dan agama yang baik pada anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang tidak kita inginkan.
Share this article :

Related posts with label :

32 komentar:

  1. Memang sekarang perkembangan watak manusia sudah lebih modern, tp sayang kemerosotan akhlak turun drastis. Mudah2an anak cucu kita selalu dalam lundunganNya. Aamiin

    BalasHapus
  2. apa yang mereka lakukan?!
    menurut saya, anak-anak yg masih seharusnya belajar tapi bekerja ya jelas karena faktor ekonomi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga tidak menyalahkan mereka yg masih anak2 untuk bekerja karena faktor ekonomi, tapi bukan sebagai psk..

      Hapus
    2. itu...beda lagi soalnya...mbak miz... :)

      Hapus
  3. Iya Mas Bayu, saat itu saya juga terheran2 kok seumuran gitu dah profesional ya..hmmm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaannya, siapa yg mengajari mereka ?..

      Hapus
    2. yg jelas bukan pak camat kan..hehe

      Hapus
  4. saya sepakat mas bayu...kesalahan itu ga serta merta...harus di tanggung oleh sianak...peranan lingkungan dan kurangnya perhatian dari orang tua atau orang terdekat...ngebentuk pribadi mereka kerap. melakukan tindakan begatif lainnya...

    Tiap anak...mestinya mempunyai sosok seorang figur...dan biasanya yg paling dekat berhubungan dlm kesehariannya...
    Di sini lah peranan orang tua..sesungguhnya...
    yg tak cuma cukup dengan kata2...melainkan hrs dg contoh dan kelakuan yg nyata.. :)
    -----
    wah...kepanjangan... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu mas, anak harus memiliki sosok sorang figur entah itu bapaknya atau ibunya.

      Hapus
    2. betulnya...kok sekali...hehe :)

      Hapus
  5. kalo ane sendiri ini karena orang tuanya yang salah.. dan juga mungkin orang tuanya juga menikmati hasil jerih payah orang tuanya.. naudzubillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya ortunya menikmati hasil dari kerja anaknya ya mas.. hehehe.

      Hapus
    2. iya...terkadang emang itu ..udah jd potret di masayarkt kita...ya mas

      Hapus
  6. astagfirullahhal adzim.. kayak gini tak patut ditiru.. jamn semakin maju tapi lebih ke negativnya.. idih ngeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar.. kemajuan jaman tanpa diimbangi dengan akhlak dan iman yang cukup.. jadinya ya seperti itu..

      Hapus
  7. itu bisa terjadi karena orang tua tak cukup baik menjaga dan mendidik anaknya

    ih ngeri ya masih remaja ko berani gituan

    BalasHapus
    Balasan
    1. gituan bagaimana mbak....hehhe :)

      Hapus
    2. Malu dia mas budi ngomongnya... hahaha.

      Hapus
    3. gimana-gimana itu lo mas

      hehe

      Hapus
  8. setuju banget sengan mas bayu...
    walau bagaimanapun tentunya pendidikan yang pertama ya dari lingkungan rumah, dan orang tuanya lah yang bertanggung jawab untuk itu tentunya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang betul mas, keluarga atau ortu adalah kunci utamanya.

      Hapus
  9. banyak faktor menurut saya yang menyebabkan, tapi paling besar adalah gagalnya orang tua menjalankan peran dalam sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai moral kepada anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mas...
      Btw.. nama blognya apa.. ?

      Hapus
  10. menurut saya itu karna lingkungan yang mempengaruhi salah satu nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mbak vina, kolom untuk nulis/isi chapta di blognya mbak ndak bisa tertampil.. jadi saya ndak bisa comment..

      Hapus
    2. tekan TAB di keyboard pak, pasti nanti geser ke bawah

      Hapus
    3. Ternyata ada rumusnya to, baru tahu... hahaha, thanks atas infonya.

      Hapus
  11. Menurut saya itu karena salah pola asuh dari orang tua dan juga faktor lingkungannya mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu, btw kemana aja mas selama ini.. koq baru muncul.. hehehe.

      Hapus
  12. info yang luar biasa, menarik sekali dan bermanfaat nih
    di tunggu info selanjutnya gan
    terimakasih

    BalasHapus

Baca aturan pakai, jika masih bingung hubungi Mbah Google :
Silahkan berkomentar dengan bahasa sesuka anda.
Jangan menggunakan perkataan yang dapat menyinggung orang lain.
Mohon untuk tidak berkomentar yang mengandung "Unsur Sara".
.:: Salam Blogger ::.

Tambahan :
Jika profil blogger anda menggunakan Google Plus, mohon gunakan :
"Name/URL", jangan menggunakan "Google Account" .